joomla templates

Kata Foto - Bayu Sahaja

A+ R A-

Wawancara

Email Cetak

Bagi saya, ini adalah kesempatan langka. Seorang fotografer juara yang merupakan idola dan inspirasi saya berkenan luangkan waktu untuk ditanya-tanya. Kesempatan mahal itu segera saya sambar. Cari tempat ideal yang nyaman untuk wawancara.

Pilihan akhirnya jatuh pada tempat ngopi merek asing. Cukup mahal memang. Tapi bukan masalah. Karna ini adalah kesempatan istimewa. Indahnya wawancara ini berlangsung hangat juga penuh canda.

Satu hal yang membuat saya senang, terkesan dan sulit melupakannya. Idola saya ini, iklas pasrah membayar kopi dan cemilan selama sesi wawancara. Dia kena sengatan trik lama yang saya lancarkan di saat waiter datang antar nota tagihan sebelum kami pergi.

Sebuah jurus andalan hasil latihan saya lancarkan. “Duh, gimana nih. Saya lupa bawa dompet!” Ujar saya tepat saat waiter berdiri di samping meja kami. Lengkap dengan gaya pura-pura periksa saku celana dan tas bawaan saya. Memang itu  trik lama. Namun masih manjur nan efektif hingga saat ini dan nanti.

Saya telah membuktikannya. Kalau mau coba harus latihan dulu. Supaya tidak kikuk saat praktek di lapangan. Latihan rutin sangat dianjurkan untuk mahir melakukan trik ini.

Demi mempersingkat waktu. Mari kita mulai laporan wawancara saya dengan sang fotografer idola.

P   : Sejak kapan menyukai fotografi?
BS : Belum lama sih (sambil menerawang. Melirik perempuan manis berkaki panjang di meja sebelah yang duduk sendirian asyik dengan gadgednya. Kulitnya putih mulus. Rambut tergerai sebahu. Membuatnya jadi sangat menarik mata adalah celana pendek yang dipakainya sangat-sangat pendek. Minimalis. Seperti kurang bahan. Pemandangan itu yang mengganggu konsentrasi idola saya dalam menjawab kesempatan sesi wawancara mahal ini), Sekitar setahunan gitu deh. Pertamanya itu, saya diajak melihat sesi pemotretan model di pantai (idola saya ketawa sambil ekspresi membayangkan kisah awal setahun lalu sebelum suka fotografi). Tidak saya duga, asyik banget kalau model-modelnya cakep apalagi pakaiannya seksi. Jadi saya kepingin juga merasakan sensasi mengintip model-model itu dari viewfinder kamera. Siapa tahu dapat moment dan pemandangan bagus (Ketawa lagi. Kali ini senyumnya cabul. Sampai di sini saya mulai curiga. Kalau sesunguhnya, idola saya ini hanya menggunakan fotografi sebagai pengejawantahan hobby ngintipnya).

P   : Oh, jadi kesukaan anda itu memotret model ya? (Ekspresi kaget. Karna jawaban idola saya ini di luar dugaan). Sebab kebanyakan, saya lihat foto-foto anda yang meraih juara itu foto-foto pemandangan dan serangga. Dan nyaris tidak pernah saya melihat foto-foto model dari karya anda?
BS : (Ketawa terbahak. Keras dan cukup lama, sehingga pengunjung café ini menoleh semua ke meja kami). Anda lugu sekali! (ketawa lagi. Dengan ekspresi meremehkan). Model-model yang saya foto itu yang disebut sebagai foto Kate (saat bilang kate, idola saya ini senyumannya makin cabul).

P   : (Giliran saya yang jadi bingung) Kate apaan tuh? (Tanya saya linglung).
BS :(ketawa lagi. Lebih keras dari yang pertama tadi. Tapi orang-orang sekitar kami sudah biasa atau mungkin sudah tidak sanggup lagi. Sehingga tidak ada satupun orang yang menoleh. Sepertinya idola saya ini humoris, dalam artian gampang tertawa gitu. Arti humoris itu bukan sih?) K dan T bukan Kate! (katanya sambil menoleh ke pengunjung wanita yang lewat. Lirikan matanya turun naik mulai ujung rambut ke ujung kaki. Bolak-balik begitu sebanyak tiga kali) KT itu singkatan dari kategori terbatas. Ini ada aturan dan etikanya. Jadi hasil foto tidak boleh diperlihatkan kepada umum. Kita harus professional kalau ikut sesi pemotretan KT. Tidak sembarangan orang bisa dan boleh memotret adegan foto begitu. Sebab masyarakat kita masih belum ngerti. Mana itu seni dan mana itu porno. Masih lugu seperti anda (lantas idola saya ketawa lagi).

P  : (Saya mengangguk-anggukan kepala seolah mengerti). Oh, jadi ini tentang pemotretan Kategori Terbatas. Sesinya orang dewasa dengan model wanita berpakaian lengkap awalnya, lalu minim hingga tanpa sehelai benangpun? Asyik sekali bisa motret adegan begitu. Kalau ada kesempatan. Ajak-ajak saya ya Om. (Dengan ekspresi mupeng penuh harap).
BS : Nah, cewek yang sebelah meja kita ini, bagus kalau difoto. Saya berani jamin. Hasilnya pasti istimewa. (suaranya seperti diatur pelan tapi supaya bisa cukup terdengar. Buktinya si cewek kaki panjang bercelana super pendek di sebelah meja menoleh. Tersenyum. Lalu kembali asyik dengan gadgednya).

P   : Anda sudah sering memenangkan lomba foto?
BS : Ah, itu seperti main judi saja. Ada lomba ikutkan saja. Kalah atau menang itu soal untung-untungan. Namanya juga judi. Selama ini saya pernah menang sebanyak satu kali. Dapat uang, piala, piagam dan masuk Koran. Bangga dan senang kalau menang. Kita jadi terkenal dan bisa mengajar orang. (Sambil telunjuk tangan kanan korek-korek lubang hidung kanannya. Dapat upil cukup besar. Lalu dipelintir-pelintir dengan ibu jari dan telunjuk. Cukup lama hingga akhirnya upil tadi ditempelkan di kaki meja).

P   : Menurut anda, mengapa sebuah foto bisa memenangkan lomba foto? (Sambil mengambil kentang goreng. Cocol ke saus kemudian langsung semua potongan panjang itu masuk ke mulut).
BS : Namanya juga rejeki, ya gak kemana. Ide itu ada dimana-mana. Lihat-lihat saja karya foto orang. Lantas kita buat yang lebih bagus lagi. (sambil ngupil juga pada lubang hidung sebelah kiri. Tapi sepertinya tidak dapat kotoran hidung seperti pertama tadi. Cuma dapat sesuatu yang lengket. Kali ini ditempelkan di tisu. Lalu tisu diremas-remas dan buang di kolong meja).

P   : Saya lihat karya anda didominasi oleh foto serangga. Sepertinya butuh kesabaran untuk bisa mendekatinya apalagi memotretnya dengan hasil yang bagus.
BS : Semua ada caranya. Manusia itu punya akal. Tidak semua serangga itu sensitip atau kabur kalau didekati. Ada juga yang diam saja dan mau diatur dan berpose bagaimana. Biasanya itu serangga setengah hidup atau yang sudah mati sekalian (sambil tertawa tergelak-gelak. Hingga tidak sengaja senggol meja. Kopi dan air di botol mineral water tumpah di meja. Saya sigap ambil beberapa lembar tisu untuk menutup cairan tumpah itu. Tisu segera basah. Sepenuhnya basah menyerap cairan kopi dan mineral water yang tumpah. Tissu yang tadinya putih jadi kuyup basah kehitaman).

P   : Apakah moment itu penting untuk sebuah hasil karya foto yang bagus?
BS : Sangat tergantung. Moment itu apa ya? (Idola saya malah balik bertanya). Oh iya. Moment itu kalau foto serangganya lagi makan, kawin atau sedang terbang. Pokoknya sesuatu yang beda. Itu moment khan? (Saya angguk-angguk seperti setuju tapi bingung).

P   : Saya belum mengerti.
BS : Anda memang lugu. Moment itu bisa kita ciptakan (ketawa lagi). Obyek yang kita foto dapat kita kondisikan sesuai pose atau adegan yang kita inginkan. Kalau perlu pakai tali, jarum atau lem ya gunakan saja. Lalu kita atur pemotretan supaya benda-benda asing tersebut tidak kelihatan. Atau nantinya bisa dihilangkan melalui editing akhir di komputer. Clone stamp gitu. Perlu latihan dan pengalaman untuk mahir dalam hal ini (terpancar ekspresi bangga kala mengatakan soal ini).

P   : Oh. Cara yang cerdik. (Angkat dua jempol. Sambil panggil waiter. Pesan kentang goreng lagi).
BS : Semua fotografer melakukan itu. Baik itu motret landscape, model, serangga atau pemandangan (pemandangan dan landscape apa bedanya ya?), semuanya deh. Pasti ada rahasia-rahasianya sendiri. (kali ini telunjuknya korek-jorek telinga. Sepertinya dapat sesuatu yang lalu dijentikannya ke lantai).

P   : Beberapa foto landscape yang anda buat sangat bagus. Saya kagum semua karya anda dan sejujurnya saya mengidolakan Anda. Dan, kalau boleh tahu. Apakah ada tips dan triknya supaya foto bisa bagus begitu?
BS : Rahasianya ada pada filter dan saat melakukan editing di komputer. Ada beberapa filter (idola saya menyebut beberapa merk. Terpaksa tidak ditampilkan di sini untuk tidak dianggap promosi) yang wajib dimiliki.  Selanjutnya wajib punya juga software-sofware pengolah foto. Jadi tinggal klik dan geser-geser kursor. Kita menentukan warna dan terang gelap sesuai selera saja. Terus terang saya juga masih belajar. Terkadang juga tidak bisa menebak nantinya akan jadi gimana. Tapi namanya usaha. Semoga saja ada yang suka. Kita senang dan bangga kalau foto kita di komentari orang. Itu pertanda foto kita bagus dan menarik perhatian. (Tertawa bangga sekali).

P   : Jadi jenis filter dan software apa yang paling harus dipunya untuk memotret dan menghasilkan foto landscape yang bagus?
BS : Saya pakai kaca nako (ketawa lagi dengan ekspresi merendahkan). Kamu jangan tanya-tanya rahasia dapur kreasi saya dong. Itu ilmu mahal. Tidak bisa gratis begitu saja mendapatkannya. (ketawa lagi. Memang idola saya ini humoris sekali. Banyak tertawa mungkin adalah rahasianya yang membuatnya terlihat awet tua). Seorang guru tetap akan menyimpan dan merahasiakan jurus andalan yang tidak akan diturunkan pada murid atau siapapun. Itu akan menjadi kewibawaan guru. Seperti di film-film kungfu atau silat gitu lah. (Sambil senyum dan melirik si kaki panjang bercelana super pendek di sebelah meja kami. Lagi dan lagi seperti tidak pernah puas).

P   : Apakah menurut anda tindakan membunuh atau menyiksa serangga itu dihalalkan dalam pemotretan?
BS : Bah! Anda ini pencinta lingkungan, hewan, serangga atau penyuka karya foto? (ekspresi wajahnya jadi tegang. Garuk-garuk rambut. Banyak sekali ketombe beterbangan. Terlihat karna duduknya membelakangi lampu hiasan yang sejajar dengan kepalanya). Kalau memang suka foto, ya cukup lihat fotonya saja. Mau cara bagaimanapun motretnya, itu tidak penting. Bukan urusan anda juga.  Cukup lihat dan nilai hasil karya fotonya. Tidak perlu sibuk dengan caranya. Kenapa juga mau tahu dapur kreasi orang. Itu rahasia!

P   : Oh, begitu ya (kaget dan takut idola saya ini marah lalu meninggalkan tempat wawancara saat itu juga. Sebab kopi dan segala hidangan ini belum dibayar).
BS : Ya sudah. Saya mau hunting foto dulu. Cuaca sepertinya sedang bagus (sambil berdiri, mengangkat kamera dan tas ranselnya yang besar dan berat).

P  : Oh, oke oke. Terimakasih sudah meluangkan waktu dan berbagi ilmu. Jangan kapok ya. (basa-basi ini disampaikan sambil melancarkan trik lupa bawa dompet tadi itu. “duh, gimana nih. Saya lupa bawa dompet!” Maka iklas dan pasrahlah idola saya ini membayar semua nota tagihan. Semoga beliau diberikan rejeki dan moment foto yang melimpah. Amin. Begitu doa tulus saya dalam hati).
BS : (Setelah lunas membayar di kasir, idola saya ini sepertinya penasaran juga dan akhirnya bertanya). Memangnya wawancara ini mau di muat di media mana sih?

P   : Katafoto (gumam saya pelan).
BS : Oh my gosh!!! Tolong samarkan nama saya ya! (Ujarnya dengan ekspresi marah campur menyesal sambil balik badan melangkah pergi).

Demikianlah sesi wawancara yang telah saya lakukan dengan susah payah namun gratis abis. Teruntuk idola yang semoga masih bisa menginspirasi saya. Saya mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan atau tidak termuat dalam laporan ini. Itu semua lantaran keterlambatan saya mencatat saat wawancara berlangsung. Semoga manjadi inspirasi buat semua.

 

Bayu Sahaja

Note:
P    : Penanya
BS  : Bukan saudara dan Bukan Saya, pastinya!

Share ke teman anda

Comments

0 Bayu Sahaja 2012-06-17 14:41 #12
Quoting andreas:
yaiiikk.. :lol: ada kate baru tau ,(sambil garuk kepala..) pokoknya P dan BS harus stay cool..wkwkwk,,mantapp pp


Siap Ketua. Akan selalu stay cool sesuai arahannya. Terimakasih kunjungannya.
0 Bayu Sahaja 2012-06-17 14:40 #11
Soedoet bidik tajam terpercaja. Terimakasih koenjoengannya, Bang Wan. :-)
0 andreas 2012-06-16 04:12 #10
yaiiikk.. :lol: ada kate baru tau ,(sambil garuk kepala..) pokoknya P dan BS harus stay cool..wkwkwk,,mantapp pp
0 Wan Batamasya 2012-06-15 16:18 #9
Cheers

Nggak jadi ngantuk ahh Gini, KaTe dalam persepsi saya kalau sempat juara dan diwawancarai saya jawab kepanjangan dari " Kawantu Tegak" atau opsi kedua " Kawantu Telentang". Saya harus kecewa dengan tulisan ini ada pula dalam benak saya, kenapa? , saya tu punya Filter udah segoni akibat racun2 indah ini semua, tiba2 ..Haizz Kapan saya juara nih, Kalau Para Photographer PRO dan Kontra saling menyamarkan bumbu dapur rekamannya,taku tnya pula kalau dunia seni penggambaran ini jadi ajang Asal kawan PRO dan asal Lawan NO atau asal sering ngopi ntar dapatlah Ilmu tu, Mentor/Master/Sifu melihat seorang "Junior"nya harus melewati ambang kecerdasan dan berhasilannya...INDAH kali-nya dunia ini. regenarasi dalam dunia seni akan terwujud atas kemuliaan/kemurahan sang Sifu bukan menyembunyikan ruang sempit "semasa" keberhasilan seorang master yang akan layu pada saatnya, Indah itu ternyata harus abadi ditangan penerus dan itu " INDAH kalinya...IMHO
+1 Bayu Sahaja 2012-06-15 06:14 #8
Quoting amenk:
:lol: :D :o :oops: :D :lol:
Hahaha, tersirat makna yang dalam
sangat menginspirasi dan oknum eh, tokoh dalam cerita begitulah adanya..
Selamat ulang tahun saja buat sang Fotografer.


Siap Om Amenk. Yang paling utama adalah bagaimana tulisan ini jadi kado berkesan buat ultahnya. Terimakasih kunjungannya Om.
0 Bayu Sahaja 2012-06-15 06:13 #7
Quoting Mochamad Sina Sulaem:
:-* :-* :-*
hehehehe menggelitik dan menohok


Maklum Om Sina. Ini merupakan pengalaman wawancara pertama saya. Terimakasih kunjungannya.
0 Bayu Sahaja 2012-06-15 06:12 #6
Quoting SES:
Wkwkwkwk..... What a funny story


Terimakasih kunjungannya Om SES. :)
0 amenk 2012-06-15 04:18 #5
:lol: :D :o :oops: :D :lol:
Hahaha, tersirat makna yang dalam
sangat menginspirasi dan oknum eh, tokoh dalam cerita begitulah adanya..
Selamat ulang tahun saja buat sang Fotografer.
0 Mochamad Sina Sulaem 2012-06-15 00:45 #4
:-* :-* :-*
hehehehe menggelitik dan menohok
0 SES 2012-06-14 18:43 #3
Wkwkwkwk..... What a funny story

 

 

 

 

 

Komentar terbaru

  • WAW!!! ....... Terimakasih kunjungannya Om Agolo!...
    By Bayu Sahaja
  • "Namun kesadaran masing-masing individu untuk sela...
    By agolo
  • Siap Ketua. Kalau sudah pakai ilustrasi lagu begi...
    By Bayu Sahaja