joomla templates

Kata Foto - Bayu Sahaja

A+ R A-

Anjing

Email Cetak

Masyarakat Batam terhenyak. Sontak berita tentang anjing kelaparan yang memakan tuannya sendiri menggegerkan nusantara. Seperti kata berita, (BATAM, KOMPAS.com 06 09 2011) Tujuh ekor anjing yang kelaparan dan kehausan selama dua minggu diduga telah memangsa tuannya sendiri di Batam setelah sang tuan baru kembali dari kampung halamannya di Manado.

Menurut keterangan polisi, korban bernama Andre Lamboga alias Apek (55) baru tiba kembali di rumahnya Rabu pekan setelah pergi selama dua minggu. Sepertinya, ia meninggalkan anjing-anjingnya begitu saja, tanpa diberi makan.

“Anjing Kelaparan Makan Tuannya Sendiri.” Judul berita ini sangat membingungkan. Bagaimana mungkin anjing yang dikenal sebagai sahabat manusia dan punya sejarah cerita berkaitan kesetiaannya yang mengagumkan. Bisa memangsa tuannya sendiri.

Walau bukan ahlinya. Saya akrab dengan hewan ini sejak anak-anak. Kesetiaan dan naluri untuk melindungi tuannya adalah bawaan lahir yang tidak bisa dipungkiri. Banyak cerita dan berita yang menggambarkan bagaimana anjing menyerang menggigit orang bahkan tuannya sendiri.

Namun jika ditelusuri lebih dalam. Kita sadar bahwa selalu saja kesalahannya berada pada pemeliharanya.  Anjing biasanya memberi peringatan bila hendak menyerang. Menyalak dan menyeringai adalah pertanda yang dilakukan oleh anjing gila sekalipun sebelum menyerang.

Pada dasarnya anjing hidupnya berkelompok. “Ketika kita memutuskan memeliharanya. Jadilah pemimpin kelompok baginya. Tentu saja kenali jenis-jenis anjing tersebut. Lantaran tiap ras anjing punya karakter sendiri. Tipe anjing toys seperti poodle, Pug dan chihuahua tentu saja berbeda dengan jenis anjing rottweiler ataupun Herder. Pilihlah sesuai kemampuan dan kebutuhan.” Nasehat teman saya.

“Lalu bagaimana kalau itu bukan anjing ras asli. Maksud saya, merupakan hasil kawin silang atau biasa disebut anjing kampung?” Tanya saya. “Nah, kalau jenis campuran kerap kali karakternya sulit ditebak lantaran tidak ada panduannya.” Jawabnya. “Bagi saya, apapun hewan yang dipelihara pastilah membutuhkan latihan, disiplin, kasih sayang dan rasa hormat. Dengan begitu balasannya tentu positip.” Lanjutnya sambil memijat tengkuk anjing jenis Rottweiler kesayangannya.

Kembali pada kasus tuan yang dimangsa oleh anjing peliharaannya sendiri. Sungguh peristiwa diluar kebiasaan. Ini bukan sekedar diserang dengan gigitan. Dalam kasus ini.  Bagaimana sang tuan dimangsa hingga sisa belulangnya. Tersiar berita sang tuan, Andre Lamboga pulang kampung dan membiarkan 9 ekor anjingnya di rumah dengan kondisi terkunci begitu saja.

Hingga  akhirnya. Berawal kecurigaan pihak keamanan komplek perumahan yang melihat  berderet bawaan koper pulang kampung yang berderet di depan rumahnya. Tidak juga dimasukan kedalam rumah. Akhirnya bersama tetangga, rumah diperiksa. Ditemukanlah potongan tubuh dan belulang sang tuan rumah.

Polisi yang datang terpaksa menghadiahi timah panas pada 3 ekor anjing lantaran dinilai ganas. “Kalau ada Dog Whisperer, Cesar Millan, yang biasa tampil di tayangan televisi National Geographic Channel. Pasti tidak pakai peluru penyelesaiannya!” ujar seorang teman dengan nada tidak suka. “Lho, kan Polisi punya divisi K9 yang tentunya paham penanganan hewan seperti anjing.” Kata saya. “Entahlah.” Katanya melengos.

Jalan pintas penggunaan peluru untuk melumpuhkan anjing yang dinilai ganas pada kasus itu. Menegaskan, mengekalkan pandangan yang salah dan mengakibatkan munculnya logika terbalik di masyarakat. Di mana masyarakat makin yakin berpikir bahwa memelihara anjing adalah sebuah kesalahan. Pendapat seperti itu yang harusnya diluruskan. Padahal kisah itu merupakan moment tepat untuk memberikan pembelajaran dan pendidikan pada masyarakat bagaimana memelihara anjing sebagai sahabat dalam kehidupan bermasyarakat.

Banyak yang menyesali penyelesaian masalah anjing-anjing itu dengan peluru. Saya sendiri memandang anjing-anjing tersebut sejatinya adalah korban dalam kasus ini. Juga didapati saat polisi datang anjing yang semula berjumlah 9 ekor tersisa 7 ekor.

Diduga terjadi aksi kanibal terhadap 2 anjing lainnya. Untuk aksi kanibalisme tersebut sepertinya kita tidak harus menghukum dan mencap sadis, ganas atau buas yang terlalu kepada anjing-anjing tersebut. Ada situasi terpaksa yang membuat kanibalisme terjadi.

Bersama kita tahu bahwa anjing-anjing tersebut ditinggalkan pada ruang terbatas yang terkunci berhari-hari. Kalaupun pada saat ditinggalkan disiapkan makanan berlimpah. Namun sudah pasti anjing tidak punya cukup akal untuk menyisakannya sebagai persiapan 2 minggu tanpa majikan.

Walau sulit dibenarkan. Kisah tentang kanibal terjadi pada hampir semua makhluk hidup. Pada sejarahnya, manusia juga dipenuhi dengan cerita sadis mengharukan kanibalisme. Walaupun pada manusia modern kesadisan cerita kanibalisme kebanyakan berdasar situasi keterpaksaan. Salah satu kisah paling terkenal adalah jatuhnya pesawat Uruguay Force di pegunungan Andes pada tahun 1972.

Demi bertahan hidup penumpangnya terpaksa memakan mayat teman-temannya. Pada kasus 2 ekor anjing yang diduga dikanibal tentu saja saya sangat meyakini bahwa kisah itu adalah keterpaksaan. Apalagi kita tahu bahwa pada dasarnya anjing adalah makhluk karnivora. "Bahkan saya terus berpikir untuk cari jawaban. Bahwa anjing-anjing tersebut tidak memangsa dan memakan tuannya selagi hidup.

Walau masih harus dibuktikan. Saya curiga tuannya itu dimakan saat sudah meninggal. itu juga lantaran dipaksa oleh naluri mencari jawaban pertanyaan lapar." Katanya dengan mimik sotoy. "Curiga boleh. Nuduh jangan!" Pungkas teman satunya sambil menjulurkan lidah.

Saat menyaksikan film berjudul Hachiko yang dibintangi oleh Richard Gere dan anjing jenis Akita. Saya sempat menitikan air mata. Tercenung takjub akan kesetiaan seekor anjing. Dengan keberadaan dan keterbatasannya sebagai anjing. Hachiko selalu berusaha membahagiakan tuannya.  Kisah ini berdasar kisah nyata. Bahkan kisah kesetiaan anjing ini menjadikan patung perunggu Hachikō dianggap layak diletakkan di depan Stasiun Shibuya Jepang.

Banyak orang tidak tersentuh mendalam dengan kisah itu. Lantaran menganggap anjing jenis akita memang dan sudah seharusnya berprilaku seperti itu. “Sifat tenang, setia, penurut, mudah diajar adalah karakter anjing jenis Akita.” Kata teman menjelaskan.

Harusnya kita, manusia memikirkan secara bijaksana sebelum memutuskan untuk memelihara anjing. Lantaran pada awalnya setiap bayi atau anakan anjing selalu saja lucu menggemaskan. Namun saat dewasa nantinya tiap ras anjing akan konsisten menunjukan karakternya. “Banyak orang sulit terkesan pada kemampuan dan loyalitas orang lainnya. Itu kenapa mereka punya anjing.” Katanya tersenyum. Saya mengangguk seperti mengerti. “Maksudnya gimana sih?” Tanya saya penasaran setelah sama-sama diam sekian lama.  

Bayu Sahaja

Share ke teman anda

Comments

0 Bayu Sahaja 2011-09-23 16:42 #10
Quoting andiyan:
Renyaaaaaah....bak rengginang yg nggak mau berhenti ngunyah kalo belum habis
begitupun tulisan ini...nggak akan bisa berhenti kalo belum sampe endingnya... :-*


Aihhhh... Terimakasih kunjungannya Brother.
0 andiyan 2011-09-23 16:32 #9
Renyaaaaaah....bak rengginang yg nggak mau berhenti ngunyah kalo belum habis
begitupun tulisan ini...nggak akan bisa berhenti kalo belum sampe endingnya... :-*
0 Bayu Sahaja 2011-09-22 07:37 #8
Quoting andreas:
bgt membaca tulisan pak Bayu tentang kasus anjing yg disinyalir : membunuh atau memakan daging tuannya karena taunnya meninggal..entahkah, benar kata para sesepuh sebelumnya. pada dasar anjing adalah hewan yg setai kepada tuannya....kita semua bisa mengambil hikmat dibalik peristiwa ini. ada org yg bisa mengambil hikmat, mungkin menyendiri, kelaut, ke gunung,, lembah intinya dia bisa mendapat inspirasi segar dan baru.

btw: selamat hari ulang tahun ya pak Bayu..semoga sehat dan diberkati yg melimpah


Siapppp... Terimakasih kunjungannya Pak Andreas.
0 andreas 2011-09-22 06:38 #7
bgt membaca tulisan pak Bayu tentang kasus anjing yg disinyalir : membunuh atau memakan daging tuannya karena taunnya meninggal..entahkah, benar kata para sesepuh sebelumnya. pada dasar anjing adalah hewan yg setai kepada tuannya....kita semua bisa mengambil hikmat dibalik peristiwa ini. ada org yg bisa mengambil hikmat, mungkin menyendiri, kelaut, ke gunung,, lembah intinya dia bisa mendapat inspirasi segar dan baru.

btw: selamat hari ulang tahun ya pak Bayu..semoga sehat dan diberkati yg melimpah
0 Bayu Sahaja 2011-09-10 03:44 #6
:-) Uda Dennie; Bener banget itu pepatah kayanya.

:-) Aju; Selalu saja berkait dengan hukum sebab akibat. Ganbate!!!

:-) William Cen; Terimakasih kunjungannya...
0 William Cen 2011-09-09 20:07 #5
Semua makhluk Hidup di dunia ini hidup saling berdampingan. Dari manusia, hewan, dan tumbuhan. Semuanya saling melengkapi. Memang kejadian ini sangat ironis.. Tetapi siapa yang mau disalahkan akan hal ini? Mgkn bisa menjadi keteledoran majikannya. Jangan pernah menyalahkan orang lain bahkan apabila itu adalah seekor anjing. Balik ke diri kita sendiri. 1 tangan aja tidak akan bisa berbunyi apabila tidak ada tangan yang lain menyambutnya. Manusia gara-gara sesuap nasi aja bisa saling membunuh. Ambil hikmah dari kejadian ini. Anjing bagi saya adalah teman yang selalu menemani saya ketika saya kesepian. Tingkah lakunya selalu menghibur seolah-olah tahu apa yang saya pikirkan. apa yang kita terima adalah cerminan dari yang kita perbuat, walaupun itu terhadap anjing.

Nice article Pak Bayu.
0 aju 2011-09-09 10:17 #4
setuju banget Mas Bay !!! Aju jg ga setuju kalo anjing2 itu aja yg disalahin, sebenarnya manusianya yg sadis ninggalin anjing 2 minggu di dalam ruang tertutup/ terbatas...

dan aju jg sempet baca tuh buku tnt pesawat yg jatuh sehingga penumpang yg lain TERPAKSA makan mayat temennya.

Intinya, bagaimana anjing itu terbentuk juga bagaimana si majikan mendidik si anjing dari dia baby, kalo kita perlakukan dia kasar yah dia bs jadi galak dan ganas krn dia terbiasa dengan kekerasan dan hilang rasa percayanya sama manusia. Banyak2 nonton Dog Whisperer emang sedikit banyak membantu kita untuk lebih mengerti tentang anjing :)

Nice article Mas Bayu ! Like it so muchhhh... Keep writing yahhhh.., Ganbate !!
0 uda dennie 2011-09-09 08:17 #3
Saya ingat pepatah minang "pado bacakak jo galang2, bia bacakak jo urang". Jng kan hewan, manusia saja jika lapar lebih ganas dari binatang.
-1 Bayu Sahaja 2011-09-09 06:48 #2
Quoting Vincentius Ferdinand:
:sad: Itulah yang saya herankan....teganya majikannya meninggalkan mereka ( anjing -anjing peliharaannya) sampe begitu lama....sehingga akhirnya "kata mereka" dimakan oleh anjingnya itu wajar....tapi apa kita bisa menerima kenyataan itu bulat-bulat bahwa anjing disamakan dengan Harimau???...Anjing,Kucing adalah binatang yang sangat bisa dipelihara itu tu dari sononya memang begitu,saya juga setuju pasti ada kemungkinan di Apek tiada dulu,atau ada yang memutar balikkan kenyataan yang kelihatannya seolah-olah "dimangsa",tapi peringatan bagi yang memelihara anjing Ras mauapun kampung turut bertanggung jawad,bukan menyalahkan si anjing itu...

Thanks sharingnya om Bayu...luar biasa bisa mengangkat cerita ini dari berbagai sudut pandang


Siapppp... Terimakasih kunjungannya Om Ferry.
0 Vincentius Ferdinand 2011-09-09 06:23 #1
:sad: Itulah yang saya herankan....teganya majikannya meninggalkan mereka ( anjing -anjing peliharaannya) sampe begitu lama....sehingga akhirnya "kata mereka" dimakan oleh anjingnya itu wajar....tapi apa kita bisa menerima kenyataan itu bulat-bulat bahwa anjing disamakan dengan Harimau???...Anjing,Kucing adalah binatang yang sangat bisa dipelihara itu tu dari sononya memang begitu,saya juga setuju pasti ada kemungkinan di Apek tiada dulu,atau ada yang memutar balikkan kenyataan yang kelihatannya seolah-olah "dimangsa",tapi peringatan bagi yang memelihara anjing Ras mauapun kampung turut bertanggung jawad,bukan menyalahkan si anjing itu...

Thanks sharingnya om Bayu...luar biasa bisa mengangkat cerita ini dari berbagai sudut pandang

 

 

 

 

 

Komentar terbaru

  • WAW!!! ....... Terimakasih kunjungannya Om Agolo!...
    By Bayu Sahaja
  • "Namun kesadaran masing-masing individu untuk sela...
    By agolo
  • Siap Ketua. Kalau sudah pakai ilustrasi lagu begi...
    By Bayu Sahaja